Batasan Makan Udang dan Kepiting Agar Tidak Mengalami Kolesterol Tinggi

Udang serta kepiting yaitu dua model makanan laut yang miliki rasa yang lezat. Sebagai permasalahan yaitu, ke-2 bahan makanan ini dapat tingkatkan kandungan cholesterol dalam badan. Terus, apa ini bermakna kita semestinya batasi konsumsinya tiap-tiap hari?

American Heart Association katakan kalau sebaiknya kita batasi konsumsi cholesterol optimal 300 mg saja dalam satu hari. Kalau kita hingga sampai memakannya lebih dari jumlahnya itu, karena itu ini akan bikin cholesterol jahat menumpuk di pembuluh darah serta mungkin mengundang datangnya penyakit seperti stroke atau penyakit jantung.

Dari pelbagai model makanan laut, udang yaitu yang miliki kandungan cholesterol tertinggi. Untuk tiap 100 gr udang mentah, kita dapat mendapat 166 mg cholesterol. Kalau kita menggorengnya, karena itu jumlahnya cholesterol ini akan bertambah. Ini bermakna, kalau kita mengkonsumsi 100 mg udang, karena itu kita telah penuhi seputar separuh dari kepentingan cholesterol harian badan.

Disamping itu, dalam 100 gr kepiting ada 55 sampai 59 mg cholesterol. Beberapa model kepiting miliki kandungan cholesterol yang tambah tinggi. Kendati demikian, ahli kesehatan masih menganjurkan barang siapa tidak untuk asal-asalan dalam mengkonsumsi hewan bercangkang keras ini.

Ahli kesehatan menganjurkan kita untuk batasi konsumsi makanan laut seperti kerang, kepiting, atau udang seputar 8 ons saja dalam 1 minggu. Jumlahnya ini sama dengan 226 gr. Kendati ada sedikit, batasan ini semestinya kita turuti biar tidak simpel terserang permasalahan kesehatan.

Untuk udang, sebaiknya kita batasi asupannya seputar 85 gr dalam satu hari. Konsumsi per minggunya juga dibatasi seputar 2 sampai 3 kemungkinan. Disamping itu, kita dapat mengkonsumsi kepiting dengan bagian 85 gr sejumlah 3 atau 4 kali dalam 1 minggu.

Kalau kita sukai dengan makanan laut, yakinkan untuk mengimbanginya dengan makanan sehat serta kaya serat seperti sayur serta buah biar badan masih sehat serta tidak simpel terserang penyakit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *