Mana yang Lebih Sehat, Smoothies atau Jus?

Tahukah Anda apa perbedaannya juice dengan smoothies? Kedua-duanya memang tampak mirip namun nyatanya tidak serupa. Lebih kurang, apa ketaksamaan kedua-duanya serta mana yg lebih sehat?

Ahli kesehatan serta dietitian dari Health.com, Cythias Sass, menerangkan kalau baik juice maupun smoothies punyai kekurangan serta kelebihan semasing. Masalah ini pasti penting kita kenali agar dapat menimbang mana yg lebih baik antara kedua-duanya.

Smoothies
Smoothies kebanyakan dibikin dengan memblender total buah, terkecuali sisi yg tidak bisa dikonsumsi contohnya biji.

Kelebihan dari smoothies yaitu konsumsi gizi dari sayur serta buah, utamaya serat yg kita bikin lebih terbangun lantaran tak ada sisi berbahan yg terbuang.

Tidak hanya itu pada pengerjaan smoothies begitu umum bila kita memasukkan bahan lain contohnya yoghurt, biji-bijian atau bubuk bahan makanan. Contohnya biji chia, selai kacang atau bubuk kokoa. Masalah ini pasti akan tingkatkan konsumsi gizi dari smoothies.

Akan tetapi, perihal itu terkadang diaplikasikan dengan penentuan bahan penambahan yg tak pas sampai malahan bikin konsumsi kalori pada tubuh bertambah. Pemanfaatan yoghurt, es cream atau susu tinggi lemak pada smoothies dapat mengakibatkan konsumsi kalori berubah menjadi terlalu berlebih.

Saas memasukkan kalau smoothies acapkali diperlukan jadi pilihan minum buat makan penting sampai masalah ini bikin konsumsi kalori dalam 1x makan lebih dari 400 kkal.

Juice
Juice berubah menjadi pilihan termudah buat beberapa orang buat mengkonsumsi buah serta sayur. Masalah ini dikarenakan keteraturan juice dari juicer yg cair sampai lebih gampang buat di cerna. Masalah ini yg bikin juice lebih unggul dari smoothies.

Akan tetapi, sayangnya, dibanding dengan smoothies, kandungan serat sayur serta buah yg terdapat di juice acapkali terbuang. Masalah ini umum berlangsung pada pemanfaatan juicer. Hasilnya sudah pasti fungsi gizi, terpentingnya serat, yg kita alami tak semaksimal smoothies.

Lalu, mana yg lebih baik?
Kedua-duanya pasti sama seharusnya buat tingkatkan konsumsi gizi, terpentingnya sayur serta buah. Kita bisa adakalanya mengkonsumsi juice, akan tetapi baiknya frekwensi mengonsumsi smoothies lebih dinaikkan supaya konsumsi serat pada tubuh dapat tercukupi, ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *